Pakai Ban Vulkanisir, Bahaya atau Tidak?

Published 17 Jul 2021 in Uncategorized by flits_wpadmin

Ada dua jenis ban yang biasanya digunakan kendaraan besar seperti bus atau truk. Ban tersebut ialah ban keluaran pabrik dan ban vulkanisir. Ban pabrikan pasti sudah tak asing lagi di telinga Anda. Bagaimana dengan ban vulkanisir? Ban ini pada dasarnya adalah ban yang tapaknya didaur ulang atau direkondisi sehingga bisa digunakan kembali. 

Apakah untung ruginya memakai ban yang didaur ulang? (Foto: liputan6)

Banyak yang berasumsi ban vulkanisir berbahaya. Pasalnya ban ini berasal dari ban yang didaur ulang sehingga kualitasnya dipertanyakan. Ditambah lagi banyak bengkel-bengkel pinggir jalan yang melakukan aktivitas vulkanisir. Hal itu membuat kualitas ban semakin diragukan. Namun, asumsi ini masih menjadi pro-kontra. Kita simak yuk uraiannya di bawah ini. 

Ada beberapa resiko berbahaya yang harus diketahui pengendara sebelum menggunakan ban hasil vulkanisir. Resiko yang pertama adalah ban ini rawan meledak. Bila kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan muatan berlebih, ban akan sangat rawan meledak. Sebab ban ini memang lebih tipis dibanding ban baru. Apalagi jika kendaraan melintasi lubang atau batu tajam di jalan. Ban bisa langsung meletus.

Resiko selanjutnya yang bisa terjadi jika memakai ban jenis ini yakni kontrol traksi rendah. Ban kendaraan bisa menjadi tidak mampu lagi mencengkram di tanah atau aspal. Hal tersebut dikarenakan batik yang dibuat kurang berkualitas dan sudah lama. Bila Anda rem mendadak, kendaraan akan mudah tergelincir. Anda juga perlu berhati-hati dalam berkendara.

Anda juga akan merasa kurang nyaman saat berkendara menggunakan ban vulkanisir. Sebab ban tersebut memang sudah terlalu keras atau pecah-pecah. Ditambah lagi, ban jenis ini juga akan membuat suspensi kendaraan menjadi lebih keras. Akibatnya saat melewati tikungan terasa kurang luwes. Sehingga perlu dibiasakan menggunakan kendaraan dengan ban vulkanisir agar menemukan cara yang pas.

Akan tetapi, Manager On Vehicle Test (OVT) PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal menyatakan penggunaan ban vulkanisir boleh-boleh saja. Bahkan pabrik ban merekomendasikan penggunaan ban ini untuk kendaraan besar. Mereka menyebut menggunakan ban hasil vulkanisir lebih baik dibandingkan jika kendaraan terus menggunakan ban yang sudah botak. Hal tersebut boleh dengan syarat proses pembuatannya menggunakan teknologi yang memadai.

Kualitas ban vulkanisir yang bagus dapat dilihat dari kondisi casing atau dinding ban. Bila dinding ban masih bagus, maka vulkanisir bisa dilakukan. Pasalnya untuk membuat ban ini yang dibutuhkan hanya dinding bannya saja. Telapak ban akan diganti total dengan yang baru. Selain dinding ban yang perlu diperhatikan ialah ada atau tidaknya tulisan “regroovable” pada ban. Jika ada, artinya ban tersebut bisa didaur ulang.

Lebih lanjut Zulpata juga menyarankan untuk melakukan vulkanisir ban ke pabrikan yang sudah berpengalaman. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa pabrikan vulkanisir yang kualitasnya bagus. Jangan melakukannya di sembarang tempat/bengkel karena bisa beresiko fatal. Selalu berhati-hati dalam memilih tempat untuk memperbaiki atau memoles kendaraan Anda.

Adakah keunggulan ban vulkanisir dibanding ban baru? Mungkin keunggulannya hanya dari sisi harga. Ban ini memiliki harga yang relatif jauh lebih murah dibanding ban baru. Namun ada juga yang dijual seharga ban baru. Anda harus pintar-pintar memilih ban mana yang tepat untuk kendaraanmu.

Kesimpulannya pakai ban hasil vulkanisir boleh asalkan ban tersebut memenuhi standard untuk direkondisi dan lakukan daur ulang di tempat yang terpercaya. Bahaya atau tidaknya juga tidak bisa sepenuhnya bergantung pada ban saja. Peran pengendara juga turut andil dalam keselamatan berkendara. Jika memang sudah dirasa tidak nyaman, segeralah ganti ban baru. Selalu sedia ban cadangan di kendaraan Anda, ya.

Bagi pemilik perusahaan ekspedisi yang masih belum memiliki software TMS, Flits.id menyediakan software TMS modern berbasis cloud yang bisa membantu Anda dalam mengelola order penjualan, tracking kendaraan, perawatan kendaraan, sampai pembukuan dan laba/rugi per kendaraan dengan mudah dan terorganisir. Biaya investasinya pun sangat terjangkau untuk usaha skala UMKM. Bila Anda tertarik, bisa langsung cari tahu informasinya di flits.id

Latest News

Mengenal Jenis-jenis Karoseri Truk

Karoseri, diambil dari bahasa Belanda carrosserie, adalah penutup kerangka atau bagian utama kendaraan bermotor. Industri karoseri merancang dan membangun muatan di atas sasis atau kerangka internal yang sudah ada layaknya...

5 Tips Memilih Sistem TMS Yang Tepat Untuk Usaha Anda

Memilih sistem TMS (Transportation Management System) yang andal memang tidak mudah. Sistem TMS pada umumnya digunakan oleh perusahaan ekspedisi truk 5 sampai 10 tahun kedepan dan rata-rata membutuhkan biaya investasi...

4 Tips Merawat Ban Truk Agar Tetap Awet

Ban adalah salah satu biaya operasional terbesar bagi perusahaan ekspedisi truk setelah bahan bakar. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilik usaha angkutan truk untuk memastikan agar ban truk memiliki...

Pungli & Premanisme Terhadap Sopir Truk Container

Istilah pungli (pungutan liar) pasti sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Praktik pemerasan ini bukan lagi merupakan suatu rahasia, terlebih dalam hal pelayanan publik. Jika ingin urusan dipermudah dan...
Subscribe for News

For updates and exclusive offers,
enter your e-mail below.